Tips 5 Strategi Memilih Prodi Biar Lolos SBMPTN

Tips 5 Strategi Memilih Prodi Biar Lolos SBMPTN Kementerian Pendidikan melalui Lembaga Penerimaan Mahasiswa Baru (LTMPT) resmi mulai mendaftar Seleksi Bersama Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) pada pukul 14.00 Senin (17/2) ini, mengutip laman CNN. SBMPTN ini akan diikuti oleh siswa lulusan tahun 2018, 2019 dan 2020, lulusan pendidikan menengah dan paket C.

Tips 5 Strategi Memilih Prodi Biar Lolos SBMPTN

gsebsscresult2018 – Informasi pembukaan SBMPTN disambut hangat oleh para siswa. Sayangnya, selama ini sebagian mahasiswa masih bingung memilih program pembelajaran (learning program) atau jurusan kuliah. Dengan memilih jurusan universitas yang tepat serta memilih karir masa depan, mahasiswa juga berkesempatan untuk lolos seleksi SBMPTN tahun ini.

Baca Juga : Manfaat Sistem Informasi Akademik Bagi Universitas

1. Sebelum memilih opsi, pastikan Anda mengetahui aturan memilih program studi di SBMPTN tahun ini

Seperti tahun lalu, SBMPTN tahun ini akan dibagi menjadi dua kelompok yaitu Iptek dan Soshum. Selain itu, ada kelompok campuran untuk orang-orang yang mencoba bergabung dengan departemen sains dan teknologi atau Soshum. Nah, dengan SBMPTN ini, Anda bisa memilih maksimal dua program pembelajaran dari kelompok yang terdaftar. Syaratnya adalah sebagai berikut:

Jika semua jurusan yang dipilih ada di Kelompok Sains dan Teknologi, maka peserta akan mengikuti Kelompok Ujian Sains dan Teknologi.
Jika semua langkah yang dipilih berasal dari Grup Soshum, peserta akan mengikuti Grup Ujian Soshum.
Jika jurusan dipilih dari Kelompok Sains dan Teknologi dan Kelompok Soshum secara bersamaan, peserta akan mengikuti kelompok ujian campuran.

2. Periksa beberapa peluang besar target PTN yang ingin Anda daftarkan

Panitia biasanya bisa berbagi ilmu tentang kemampuan dan minat tahun lalu yang bisa dijadikan referensi. Kami akan mengolah pengetahuan ini dengan membandingkan peluang utama dari beberapa universitas sehingga Anda lebih mungkin untuk lulus. Anda dapat membuat tabel perbandingan yang terlihat seperti ini:

Berikan sebuah presentasi. Semakin kecil presentasi, semakin sulit pesaing di fakultas atau universitas berikutnya. Dalam kasus seperti itu, Anda hanya perlu memutuskan apakah akan bekerja lebih keras atau memilih jurusan universitas yang sangat menjanjikan.

3. Um, jangan fokus hanya pada satu ukuran

Jangan terlalu idealis dengan berpegang pada satu jurusan karena kecil kemungkinannya untuk lulus SBMPTN. Jika nilai UTBK Anda tidak mencukupi dari nilai kelulusan jurusan Anda dan PTN yang Anda cari, ada dua strategi yang bisa Anda gunakan sebagai alternatif.

Pertama, cari PTN dengan jurusan yang sama tetapi skor kelulusan dan skor kecocokan lebih rendah. Kemudian pilih takaran lain, tapi masih dalam penjepit yang sama dengan takaran yang Anda inginkan dan daftarkan ke PTN target. Strategi ini diharapkan dapat diterima oleh PTN melalui jalur SBMPTN.

Baca Juga : 5 Cara Cepat Belajar Berbahasa Inggris Sendiri

4. Pertimbangan hasil UTBK yang diikuti untuk memilih jurusan

Sebelum SBMPTN, LTMPT menyelenggarakan ujian tulis berbasis komputer (UTBK). Anda dapat memilih jurusan Anda dari hasil UTBK ini. Jika nilai UTBK kemarin cukup tinggi, Anda juga dapat memilih ukuran dengan PTN dengan nilai kelulusan tinggi. Sebaliknya, pada opsi kedua, disarankan untuk memilih PTN dengan peringkat lebih rendah.

Namun, jika nilai UTBK Anda tidak terlalu tinggi, pilihlah ukuran dengan nilai kelulusan sedang pada PTN Anda. Opsi kedua adalah mengizinkan Anda memilih jurusan dengan PTN dengan skor kelulusan yang lebih rendah. Untuk mengetahui nilai kelulusan jurusan, cek internet atau konsultasikan dengan tutormu.

5. Ketersediaan ujian mandiri (UM) juga dapat diperhitungkan

Jika target di PTN adalah memiliki jalur mandiri, kali ini kami akan fokus menyasar perguruan tinggi yang tidak memiliki UM di SBMPTN. Jika Anda tidak lulus nanti, Anda dapat mencoba metode Anda sendiri. Kamu dan orang tuamu juga perlu punya uang ekstra agar tidak kaget nantinya. Pasalnya, banyak mahasiswa yang masuk jalur mandiri harus membayar UKT yang lebih mahal.