Mahasiswa UNS Solo Ultimatum Bubarkan Menwa

Mahasiswa UNS Solo Ultimatum Bubarkan Menwa Meninggalnya mahasiswi Universitas Sebelas Maret atau UNS Solo saat mengikuti pendidikan dan pelatihan di Menwa menjadi perhatian serius. Bahkan, mereka memberikan ultimatum tambahan kepada pejabat perguruan tinggi untuk segera membubarkan Batalyon Siaga Mahasiswa (KMS) Yonif 906 Jagal Abilawa atau Menwa (Resimen Mahasiswa).

Mahasiswa UNS Solo Ultimatum Bubarkan Menwa

Gsebsscresult2018 – Mahasiswa Universitas Sebelas Maret atau UNS Solo menilai kehadiran Menwa tidak mendesak di universitas yang memupuk iklim akademik.

Baca Juga : UGM Bersiap Jelang Kuliah Tatap Muka yang Terkendali

Mereka juga ingin melihat soliditas universitas dengan Menwa. Hal ini didasari atas meninggalnya Giran Endy Saptra, salah satu peserta pelatihan Menwa UNS Solo akhir pekan lalu.

Mahasiswa tidak hanya menyampaikan sikap, tetapi juga memberikan orasi dan poster yang diperluas untuk mendorong pembubaran Menwa.

Pemrotes lainnya, Pius, menyatakan isu kematian Gillan Endy perlu jadi pelajaran bagi presiden untuk meninjau ulang keberadaan Menwa. Menurutnya, bukan tidak mungkin slot online masalah serupa akan terjadi di masa depan kecuali pihak universitas benar-benar menangani masalah tersebut.

Selain itu, Pius menyayangkan Perdana Menteri Jamal Wiwoho yang tampaknya menghilang sementara karena masalah Giran. Hingga saat ini, pernyataan universitas baru melewati Ahmad Yunus, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, dan Direktur Akademik dan Reputasi Kemahasiswaan Stunt UNS.

Baca Juga : Membahas Singkat Tentang Clemson University di Amerika

Zakky Musthofa Zuhad, Ketua BEMUNS Solo, menyayangkan tidak adanya belasungkawa dari Menwa kepada keluarga korban.

Zakky berjanji BEM UNS akan terus memantau kasus ini hingga keluarga korban mendapatkan keadilan. Sementara itu, gerakan solidaritas Giran terus berkembang. Aliansi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) akan melakukan aksi pada Kamis siang (28 Oktober 2021) di Aula Fakultas Hukum UMS.

Selain meminta penyelidikan atas masalah Giran, aliansi tersebut bersolidaritas dengan Naira Harisha. Nailah merupakan mahasiswi hukum UMS yang meninggal dunia setelah mengikuti pendidikan dan pelatihan di Menwa Batalyon 916 UMS pada April 2021. Selama long march, Naira tak sadarkan diri hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.