Kemendikbudristek Dukung Lulusan Vokasi Jadi Wirausahaan

Kemendikbudristek Dukung Lulusan Vokasi Jadi Wirausahaan Melalui pengetahuan Survei Nasional, kami belajar bagaimana siswa awal dan tahun lalu menyadari bahwa kampus kejuruan tidak memenuhi pengetahuan untuk mengembangkan kewirausahaan.

Kemendikbudristek Dukung Lulusan Vokasi Jadi Wirausahaan

Gsebsscresult2018 – Sebuah studi yang dilakukan oleh kemitraan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Departemen Harmoni Global Bisnis dan Industri mencatat bahwa Indonesia memiliki pengusaha jauh lebih sedikit daripada tetangganya.

Oleh karena itu, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Iptek, mendorong masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda, untuk lebih banyak berwirausaha dan menciptakan lapangan kerja baru melalui lulusan yang profesional.

Baca Juga : Ini Dampak Kuliah Daring bagi Mahasiswa

Eka Sri Dana Afriza, Tim Program Peningkatan Ekosistem Kewirausahaan Penyelenggara Pendidikan Vokasi (PTPPV), mengatakan jumlah wirausahawan di Indonesia masih di bawah minimal 4% atau 3,4%.

Dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura (sekitar 8%) dan Jepang (11% atau lebih), itu terlalu jauh.

Oleh karena itu, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek telah menetapkan program untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan.

“Program tersebut berupa kompetisi bagi perguruan tinggi yang menawarkan pendidikan vokasi, berdasarkan kemampuannya dalam membangun ekosistem wirausaha,” kata Dana.

Baca Juga : Samsung Ciptakan Smartphone yang Bisa Digulung dan Dilipat Sekaligus

Ruang lingkup Program Peningkatan Ekosistem Kewirausahaan PTPPV meliputi bidang pertanian, teknologi pertanian, perikanan, perkebunan, dan bidang lainnya termasuk bidang manufaktur, konstruksi, dan teknologi informasi.

Berikutnya adalah industri, makanan, minuman, farmasi, peralatan rumah tangga, barang konsumsi seperti tekstil, dan kesehatan, pariwisata dan jasa lainnya.

Penguatan ekosistem kewirausahaan dilakukan melalui kegiatan seperti pemberdayaan kewirausahaan mahasiswa yang terintegrasi dengan proses pembelajaran.

“Dalam hal ini kami tidak menyelami kurikulum, tapi justru menaikkan kebolehan kewirausahaan siswa yang terintegrasi bersama dengan proses pembelajaran,” imbuhnya.

Kedua, menginisiasi kemitraan bersama dengan bersama dengan industri dan instansi permodalan untuk meningkatkan aktivitas bersama dengan perusahaan lain. Ini terhitung mengembangkan magang kewirausahaan serta magang bisnis.

“Seperti memberikan coaching clinic, makanya kami memberikan pendampingan pembinaan terhadap jiwa wirausaha sekolah dan sekolah kejuruan,” ujarnya.

Tujuan dari program selanjutnya adalah membangun ekosistem kewirausahaan di PTPPV dan mengembangkan lulusan perguruan tinggi yang kreatif, inovatif, mandiri dan beradaptasi dengan perubahan lingkungan eksternal yang dinamis.