Ini Dampak Kuliah Daring bagi Mahasiswa

Ini Dampak Kuliah Daring bagi Mahasiswa Aripratiwi, Psikolog Universitas Brawijaya (UB), mengatakan kuliah daring ini mengarah pada empat kategori masalah yang dihadapi mahasiswa: masalah akademik, pribadi, keluarga, dan sosial.

Ini Dampak Kuliah Daring bagi Mahasiswa

Gsebsscresult2018 – “Tentu yang menjadi masalah bagi mahasiswa adalah mereka merasa berasal dari kecemasan akan stres,” dalam webinar pelatihan bimbingan dan konseling bagi guru-guru Bimbingan Akademik Angkatan II yang dilaporkan di situs resmi UB, kata Ary.

Baca Juga : Universitas Indonesia Kembangkan Kerjasama Bioteknologi

Faktor akademik, seperti siswa mengalami masalah atau tidak mengetahui materi yang diberikan oleh pengajar, fasilitas penelitian hanya berupa PPT, atau mengalami masalah dengan konektivitas internet voice text, hingga sinyal internet di area tertentu Menindaklanjuti masalah pencarian informasi tugas karena masalah, dan jumlah tugas yang tidak sesuai dengan penjelasan instruktur.

Faktor yang mempengaruhi masalah pribadi, seperti pola berpikir negatif dan pemikiran yang berlebihan. Selain itu, mahasiswa juga merasakan kecemasan, stres, depresi dan kesepian karena masalah akademik, situasi Covid-19, keluarganya, dll, katanya.

Aspek keluarga, di sisi lain, terutama terkait dengan situasi keluarga siswa. Misalnya, mereka terlibat dalam masalah keuangan atau keuangan karena konflik dengan keluarga yang tidak diinginkan, lingkungan keluarga yang tidak mendukung, banyak orang tua tidak bekerja, atau pendapatan berkurang karena Covid.

Baca Juga : Tesla sedang Kerjakan proyek Robot Seperti Manusia

Misalnya, aspek sosial seperti tidak bisa berinteraksi dengan orang lain. Hal ini dapat membuat Anda merasa kesepian, terisolasi, tertekan, bosan di rumah, dan kurang berkomunikasi dengan orang lain.

Ali menjelaskan, ada beberapa tips yang bisa dilakukan guru BK untuk mendukung permasalahan yang dihadapi siswa.

“Intinya mereka hanya ingin mendengar. Kadang kita menjadi pendengar dengan kita. Seorang mahasiswa BK bisa menemukan masalahnya sendiri,” kata Ali.

Bagi mahasiswa junior, tambahnya, pembimbing akademik harus mampu menjaga kerahasiaan, memanfaatkan jejaring pertemanan, dan meningkatkan interaksi remaja dengan menjelajahi dunia remaja. Update tren anak muda di slang dan media sosial.

Di sisi lain, untuk mahasiswa tingkat akhir dan senior, tugas penasihat akademik melibatkan menggali informasi seperti masalah yang mereka hadapi, sejarah, dan psikososial (latar belakang keluarga dan momen penting).