Dosen UNS Ingatkan Covid-19 Varian Mu Ancam Indonesia

Dosen UNS Ingatkan Covid-19 Varian Mu Ancam Indonesia Pemerintah Indonesia mewaspadai serbuan varian Mu Covid-19 dari luar negeri. Kewaspadaan ini terlihat setelah Covid-19 varian Mu menyebar ke 49 negara di seluruh dunia.

Dosen UNS Ingatkan Covid-19 Varian Mu Ancam Indonesia

Gsebsscresult2018 – Sejak penemuan pertamanya di Kolombia, varian Mu dari Covid-19 (juga dikenal sebagai B 1.621) telah menjadi fokus Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Tercatat hingga Selasa (21 September 2021), varian Mu dari Covid-19 telah ditemukan di Finlandia, Korea Selatan, Ekuador, dan Jepang.

Baca Juga : UGM Jalin Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi Jerman

Dua dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yakni Dr Tonang Dwi Ardyanto dan Dr Hendrastutik Aprilingsih melihat potensi penularan Covid-19 varian Mu di Tanah Air. Anda. Covid-19 Hal-hal yang harus dipersiapkan penduduk untuk mutasi baru ini.

Pertama, warga wajib mematuhi protokol kesehatan (prokes) setiap saat. Demikian dilaporkan dr Tonang Dwi Ardyanto. Dikatakannya, jika ada varian baru Covid-19, warga harus melakukan proque setiap saat.

Selain itu, dr Tonang Dwi Ardyanto Juru Bicara Satgas Covid-19 RS UNS mengatakan, meski vaksin efektif, warga harus selalu divaksinasi Covid-19. Varian baru Covid-19 akan berkurang.

Tonang Dwi Ardyanto menjelaskan, ketika ditemukan mutan baru yang berasal dari mutasi Covid-19, secara logika menurunkan tingkat efikasi vaksin. Pasalnya, vaksin Covid-19 yang tersedia diproduksi sebelum varian baru Covid-19 muncul.

Baca Juga : Sekilas Tentang California Institute of Technology

Namun, dia mengimbau warga untuk tidak meremehkan fungsi vaksin Covid-19. Pasalnya, tingkat “penyakit” dan kematian yang dapat ditimbulkan oleh varian baru Covid-19 tidak lebih tinggi jika dibandingkan dengan orang yang belum divaksinasi Covid-19.

Sementara itu, pengajar FKUNS lainnya, Dr. Hendrastutik Aprilingsih menambahkan, mutasi harus selalu diturunkan dari virus agar dapat bertahan hidup.

Terkait masalah infeksi Covid-19, dr Hendrastutik mengatakan penyakit tersebut memiliki gejala yang umum. Dalam arti, orang yang terinfeksi Covid-19 mengalami batuk, sesak napas, pilek, dan malaise.

Namun, unik untuk varian Mu dari Covid-19, ia memperingatkan bahwa mutasi baru ini akan menyebabkan gejala yang lebih spesifik. Batuk lebih dominan, demam tinggi, anosmia, dll.

Untuk memprediksi masuknya varian Mu Covid-19 ke Indonesia, dr Hendrastutik Apriningsih meminta pemerintah meningkatkan akses dari dan ke Indonesia.

Baik asing maupun Indonesia, pemerintah telah diminta oleh Dr. Hendrastutik Aprilingsih untuk memperpanjang masa karantina. Tujuannya agar bisa mendeteksi varian Mu dari Covid-19.

Ia tidak ingin masalah infeksi Covid-19 melonjak, seperti yang terjadi saat varian Delta menyebar ke Indonesia Juni-Juli mendatang.

Tingkat kekebalan tubuh terhadap virus

Dia mengatakan tubuh manusia memiliki dua sistem kekebalan. Pertama, itu adalah sistem kekebalan bawaan, yang berasal dari stimulasi antigen.

Menurut dr Tonang Dwi Ardyanto, kedua sistem imun itu sama pentingnya. Hal ini karena keberadaan kedua sistem imun ini memudahkan tubuh untuk mengenali virus yang masuk.

Oleh karena itu, jika ada yang menolak untuk memvaksinasi Covid-19 karena sudah memiliki antibodi, dia menilai hal itu tidak tepat.