5 Mahasiswa Unair Ciptakan Energi Alternatif dari Minyak Jelantah

5 Mahasiswa Unair Ciptakan Energi Alternatif dari Minyak Jelantah Lima mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) memunculkan ide berwujud produk Wakogel, bahan bakar yang berasal dari minyak jelantah sebagai daya alternatif yang ramah lingkungan.

5 Mahasiswa Unair Ciptakan Energi Alternatif dari Minyak Jelantah

gsebsscresult2018 – Kelima mahasiswa tersebut tergabung di dalam satu tim yang terdiri dari Muhammad Annan Jazzli, Ferman Hidayat, Ninshi Puturi Herman dan Muhammad Fajar Fariastiunus Pradipta. Keempatnya berasal dari Fakultas Sains dan Teknik (FST). Sedangkan Haflan Alfiri Widraat berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

Tim menjelaskan bahwa sistem pembuatan Waco-gel pakai teknologi dan peralatan yang sederhana. Selain itu, limbah yang dihasilkan dari bahan bakar nabati (minyak goreng, red), pada awalnya gampang menguap sesudah itu memadat di dalam bentuk biogel.

Baca Juga : 5 Tips Ampuh Lolos Perguruan Tinggi Negeri Favorit

Annan selaku ketua tim menjelaskan mengapa pilih minyak goreng bekas. Hal ini sebab minyak goreng bekas punya kandungan asam lemak di dalam kuantitas besar selama reaksi esterifikasi dan transesterifikasi.

Selain itu, Anang menjelaskan lebih dari satu keistimewaan produk Waco-gel. Beberapa di antaranya terbarukan, tidak membuahkan asap selama pembakaran, tidak membuahkan jelaga, tidak membuahkan gas berbahaya, non-karsinogenik dan non-korosif.

“Tentunya padatan seperti gel juga ramah lingkungan, memudahkan sistem pengemasan dan distribusi, dan juga sangat cocok untuk industri food layanan dan untuk memanaskan makanan di camping,” menyadari Anang.

Melalui tagline “For Better Future”, Waco-gel dibanderol bersama harga Rp15.000/Sterno bersama bobot 150 gram.

Ia melanjutkan, inovasi Weikogel juga dimaksudkan untuk capai SDGs Point 7 untuk listrik yang bersih dan terjangkau.

“Waco-gel dapat dibilang bersih sebab berwujud terbarukan dan zero waste supaya mendukung kurangi emisi udara,” ujarnya.

Baca Juga : Sejarah Singkat Universitas Boston

Gagasan bahwa tim ini berhasil menggalang dana berasal dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kategori PKM Kewirausahaan 2021. Dalam prosesnya, tim terima mitra seperti usaha katering Sidoarjo. Ia juga bersinergi bersama start-up yang memasok minyak goreng bekas.

“Basis kami pakai minyak goreng, menjadi sebagai mitra. Kami bekerja sama bersama startup PKM-entrepreneurship UNAIR, bernama “Geranta Yuku”, sejenis mutualisme, ujar FST.

Di akhir pembicaraan, Anang dambakan menjadi produk yang dapat dikenali dan dipilih olehnya dan timnya sebagai solusi alternatif bahan bakar padat.

“Secara lazim bersama pemakaian bahan bakar padat, ini tentu tidak terbarukan, sebab masyarakat tetap sering pakai spiritus gel. Produk kami mempunyai nilai nol limbah dan pengobatan. Saya menghendaki ini bakal menjadi salah satu solusi untuk kasus tersebut, “ kuantitas minyak goreng bekas yang umumnya dibuang,” pungkasnya.